GUMANANO DESA WISATA namun MINIM PENGELOLAAN
Wilayah Kecamatan Mawasangka merupakan salah satu
kecamatan yang berada di daerah otonom baru yaitu Kabupaten Buton Tengah,
memiliki daya tarik wisata alam yang sampai saat ini belum dikelolah dengan
baik, wilayah Kecamatan Mawasangka,
terutama Desa Gumanano yang
meliputi wilayah pesisir berada di sepanjang pantai dan wilayah
pedalaman. Wilayah pesisir sebagian besar merupakan wilayah pemukiman penduduk
dan wilayah pedalaman dimanfaatkan sebagai kawasan perkebunan (mete) dan
pertanian tanaman pangan (jagung, ubi, pisang). Wilayah perairan dimanfaatkan
sebagai lahan mata pencaharian menangkap ikan dan budi daya rumput laut oleh
hampir semua penduduk.
Wilayah laut di sekitar Kecamatan Mawasangka memiliki potensi
pantai yang cukup besar, terutama di
Desa Gumanao. Sepanjang garis pantai di
Desa Gumanano terdapat hamparan pasir dan membujur terumbu karang yang menurut
masyarakat setempat merupakan karang terpanjang di Kabupaten Buton Tengah.
Potensi karang juga terdapat disekitar pulau-pulau kecil yang ada di wilayah
perairan Kecamatan Mawasangka. Keberadaan hamparan pasir dan karang ini menjadi
tujuan wisatawan berkunjung di desa tersebut. Keberaadan terumbu karang menjadi
tempat hidup berbagai jenis ikan karang, seperti ikan kerapu, ikan sunu dan
sebagainya. Potensi sumber daya laut (SDL) meliputi berbagai jenis ikan, biota
laut dan rumput laut. Jenis-jenis ikan yang menjadi hasil tangkapan antara lain
ikan tongkol, cakalang, baronang, bobara, teri, kakap, kepiting, cumu-cumi.
Jenis biota laut lainnya yang dimanfaatkan adalah teripang, bulu babi, siput
laut, bintang laut, kerang laut.
Pantai Gumanano
Desa Gumanano menyimpan berbagai panorama alam yang memikau
pengunjung (wisatawan). Berdasarkan opini masyarakat setempat pantai Gumanano
merupakan salah satu pantai yang menyimpan hamparan pasir putih di Kabupaten
Buton Tengah. Pantai dengan sifat keaslian alamnya ketika disoreh hari terdapat
pancaran sinar mata hari orange (sunset). Ketika hari-hari libur bersama
pesisir Pantai Gumanano penuh dengan para wisatawan. Namun keunikan dan
keberadaan potensi panorama tersebut sampai saat ini belum tersentuh oleh
Pemerintah Daerah Kabupaten Buton yang telah mendeklarasikan Buton sebagai Kota
Wisata.
Akibat dari tidak adanya pengelolaan yang terpadu terancam
wisata pantai Gumanano akan menurun nilai estetikanya, terutama aktivitas
pengunjung (wisatawan) yang tidak pro aktif terhadap kelestarian lingkungan
demi keberlanjutan wisata bahari.
Keindahan Terumbu Karang
Berdasarkan
pemantauan lansung di lapangan dengan menggunakan alat snorkeling, terumbu
karang di sekitar Pantai Gumanano masih memiliki potensi, banyaknya ikan ikan
jenis pomacentridae yang berada di terumbu karang. Terutama karang acropora, Karang Jamur (Fungia.sp).
Wisata Budaya
Desa ini juga terdapat sebuah benteng peninggalan
Kesultanan Buton yaitu Benteng Lasayidewa, Benteng tersebut pernah dikunjungi
oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton (Pak Mainu) pada tahun 2010, namun
sampai saat ini Benteng yang mempunyai 7 (tujuh) lawa (pintu) tersebut belum
terkelola dengan
baik.
Desa Gumanano juga memiliki gua, dimana gua
tersebut sering digunakan untuk membilas (mandi) pada saat selesai berenang di
laut. Di desa ini bagian darat memiliki
topografi yang berbatu, namun di balik
kondisi topografi tersebut, Desa Guamanano terdapat beberapa mata air. Menurut
bahasa setempat mata air tesebut adalah oe radha, oe mawonti. selain
itu kuliner khas daerah ini adalah jenis kerang hijau menurut bahasa setempat kuku yang di ambil dari anano te-i (Anaknya Laut).
PERENCANAAN EKOWISATA PANTAI GUMANANO
Konsep ekowisata adalah kegiatan wisata alam yang bertanggung jawab
dengan memperhatikan unsur pendidikan, pemahaman, sosial budaya dan dukungan terhadap konservasi sumberdaya
alam serta peningkatan pendapatan masyarakat lokal (Peraturan Mentri dalam Negeri
No. 33 tahun 2009).
Mengacu pada konsep ekowisata di atas, maka upaya perencanaan
ekowisata Pantai Gumanano harus pula melakukan sintesis dan
menggunakan visi misi dari semua pemangku kepentingan
untuk tujuan pendidikan, konservasi, budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat
lokal.
Dalam perencanaan kegiatan ekowisata
Pantai Gumanano ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Pantai Gumanano harus direncanakan sebagai bagian integral dari pengembangan wilayah.
2. Tujuan pengelolaan harus disusun untuk setiap tingkatan
3. Perencanaan yang baik harus disusun oleh tim yang terdiri dari
berbagai disiplin, institusi dan berbagai cara pandang.
4. Diharapkan dengan interaksi dari berbagai disiplin, institusi dan
cara pandang didapatkan
situasi yang sinergi untuk menghasilkan suatu perencanaan yang baik.
5. Perencanaan yang baik tergantung dari efektivitas partisipasi
semua pemangku kepentingan.
Dalam proses perencanaan pengelolaan
ekowisata Pantai Gumanano ada beberapa fase yang harus dilakukan antara lain:
1. adanya keputusan untuk mempersiapkan rencana pengelolaan
ekowisata,
2. mencari pembiayaan,
3. membentuk tim perencana,
4. melakukan diagnostik atau pengumpulan data
6. publikasi dan distribusi rencana,
7. implementasi dan
evaluasi rencana.
Dengan demikian
pengembangan wisata alam Pantai Gumanano berjalan sesuai dengan konsep
ekowisata.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar